5.
Tetrasiklin
a. Definisi
Tetrasiklina (INN) adalah antibiotik poliketida
spektrum luas yang diproduksi dari genus Streptomyces
dari Actinobacteria. Ia umumnya digunakan untuk mengobati acne vulgaris.
Ia dijual dengan beberapa nama dagang seperti Sumycin, Terramycin,
Tetracyn, Panmycin, dll. Actisite yang berbentuk seperti benang serat digunakan dalam
aplikasi kedokteran gigi. Ia juga digunakan untuk memproduksi beberapa senyawa
turunan semi-sintetik yang dikenal sebagai antibiotik tetrasiklina. Tetrasiklin umumnya diproduksi oleh
beberapa anggota dari genus Streptomyces
dan merupakan antibiotik yang umum digunakan untuk pengobatan manusia. Namun,
tetrasiklin juga sering digunakan untuk pengobatan hewan contohnya unggas. Tetrasiklin termasuk antibiotik dengan spektrum luas
karena menginhibisi hampir semua bakteri gram-negatif
maupun gram-positif.
b. Mekanisme kerja
Golongan tetrasiklin
menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnya.Paling sedikit terjadi 2
proses dalam masuknya antibiotic ke dalam ribosom bakteri
gram-negatif, pertama yang disebut difusi pasif melalui kanal
hidrofilik,ke dua ialah system transport aktif. Setelah masuk maka antibiotic
berikatan dengan ribosom 30S dan menghalangi masuknya komplek RNA – asam amino
pada lokasi asam amino.
c. Efek samping
Efek samping yang mungkin timbul akibat pemberian
golongan tetrasiklin dapat dibedakan dalam 3 kelompok yaitu reaksi
kepekaan, reaksi toksik dan iritatif serta reaksi yang timbul akibat
perubahan biologik.
REAKSI KEPEKAAN. Reaksi kulit yang mungkin timbul akibat pemberian golongan tetrasiklin
ialah erupsi morbiliformis, urtikaria dan dernmatitis ekfoliatif. Reaksi
yang lebih hebat ialah udem angioneurotik dan reaksi anafilaksis. Demam dan
eosinofilia dapat pula tejadi pada waktu terapi berlangsung.Sensitisasi silang
antara berbagai derivate tetrasiklin sering terjadi.
| Penyakit dermatitis |
REAKSI TOKSIK DAN IRITATIF. Iritasi lambung paling sering terjadi pada pemberian
tetrasiklin per oral,terutama dengan oksuitetrasiklin dan doksisiklin. Makin
besar dosis yang diberikan,makin sering pula terjadi reaksi ini. Keadaan
ini dapat diatasi dengan mengurangi dosis untuk sementara waktu atau memberikan
golongan tetrasiklin bersama waktu atau makanan, tetapi jangan dengan susu
atau antacid yang mengandung aluminium,magnesium atau kalsium. Diare seringkali
timbul akibat iritasi dan ini harus dibedakan dengan diare akibat superinfeksi
stafilokokus atau Clotridium difficile yang sangat bahaya. Manifestasi
reaksi iritatif yang lain ialah terjadinya tromboflebitis pada pemberian IV dan
rasa nyeri setempat bila golongan tetrasiklin disuntikan IM tanpa anastetik
local.
Terapi dalam waktu lama juga dapat menimbulkan kelainan darah tepi seperti
leukositosis, limfosit atipik, granulasi toksik pada granulosit dan
trombositopenia. Reaksi fototoksik paling jarang timbul dengan
tetrasiklin,tetapi paling sering timbul pada pemberian
demetilklortetrasiklin. Manifestasinya berupa
fotosensitivitas, kadang-kadang disertai demam dan eosinofiia.
Tetrasiklin terikat pada jaringan tulang yang sedang tumbuh dan membentuk
kompleks.pertumbuhan tulang akan terhambat sementara pada fetus dan
anak bahaya ini terutama terjadi mulai pertengahan masa hamil sampai anak
umur tiga tahun.Timbulnya kelainan ini lebih ditentukan oleh jumlah daripada
lamanya penggunaan tetrasiklin.
Pada gigi susu maupun gigi
tetap,tetrasiklin dapat menimbulkan disgenesis,perubahan warna permanen dan
kecenderungan terjadinya karies.Perubahan warna bervariasi dari kuning coklat
sampai kelabu tua. Karena itu tetrasiklin jangan digunakan mulai pertengahan
kedua kehamilan sampai anak umur 8 tahun.Efek ini terlihat lebih sedikit pada
oksitetrasiklin dan doksisiklin.
d. Dosis
Dosis tetrasiklin yang
paling sering digunakan pada anak adalah 250 mg diberikan setiap 6 jam sekali
dan penggunaannya sampai 5-7 hari saja. Pemberian ini akan menghasilkan kadar
plasma puncak dalam tubuh sekitar 2-3 µg/ml. Jika kadar obat dalam plasma
melewati batas normal akibat dari pemakaian dosis yang besar, frekuensi
penggunaan obat yang lama dan berulang maka ditakutkan akan memberikan dampak
pada gigi berupa perubahan warna.
f. Preparat dagang
Cetacycline-P®, Conmycin®,
Corsatet 250®, Dumocycline®, Farsyclin®,
Hitetra®, Ikacycline®, Indocycline®, Licocklin®,
Spectrocycline®, Super Tetra®, Tetradex
Tidak ada komentar:
Posting Komentar