3. GOLONGAN AMINOGLIKOSIDA
| Streptomyces micromonospora |
Aminoglikosida dihasilkan oleh
jenis-jenis fungi streptomyces micromonospora.semua senyawa dan
turunan semi sintesisnya mengandung dua atau tiga gula amino di dalam
molekulnya yang saling terikat secara glukosidosis. Dengan adanya gugusan
amino, zat-zat ini bersifat basa lemah dan garam sulfatnya yang digunakan dalam
terapi mudah larut dalam air.
a. Mekanisme
kerja
Dengan mengikatkan diri pada ribosoma sel-sel bakteri, sehingga biosintesa
peroteinnya dikacaukan.
b. Aktivitas
Aminoglikosida mempunyai aktivitas bakterisid, berdasarkan dayanya untuk
menembus dinding bakteri dan mengikat diri pada ribosom didalam sel.
Proses translasi (DNA & RNA) diganggu sehingga biosintesa proteinnya
dikacaukan. Efek ini tidak saja terjadi pada fase pertumbuhan, melainkan juga
bila kuman tidak membelah diri.
c. Efek Samping
Semua aminoglikosid terutama pada penggunaan parenteral dapat mengakibatkan
kerusakan pada organ pendengaran dan keseimbangan terutama pada Lansia, akibat
kerusakan pada saraf otak kedelapan. Gejalanya berupa vertigo, telinga berdengung,
bahkan ketulian yang tidak reversibel. Metimilsin adalah kurang ototoksis
dibandingkan dengan obat-obat lainnya. Selain itu juga dapat merusak ginjal
secara reversibel karena ditimbun dalam sel-sel tuburel ginjal. Jarang sekali
blokade neurosmuskuler dengan kelemahan otot dan depresi pernafasan. Toksisitas
untuk telinga dan ginjal tergantung dari tingginya kadar dalam darah, melainkan
dari lamanya pemakaian serta jenis aminoglikosida.
d. Resistensi
Resistensi dapat terjadi agak pesat akibat terbentuknya enzim yang merombak
struktur antibiotikum. Informasi genetis bagi enzim itu dapat ditulari melalui
plasmid, hingga resistensi dapat menjalar ke kuman lain.
e. Penggolongan
Berdasarkan rumus kimianya di golongkan sebagai berikut :
1)
Streptomisin
Diperoleh dari streptomyces griseus, toksisitasnya sangat besar
karena dapat menyebabkan kerusakan pada saraf otak ke delapan yang melayani
organ keseimbangan dan pendengaran gejala-gejala awalnya sakit kepala, vertigo,
mual dan muntah. Kerusakan bersifat reversibel, artinya dapat pulih kembali kalau
penggunaan obat diakhiri meski kadang-kadang tidak seutuhnya.
2)
Neomicin
Diperoleh dari streptomyces fradiae, tersedia untuk penggunaan
topikal dan oral, penggunaan secara parenteral tidak dibenarkan karena toksis.
Karena baik sebagai antibiotik usus maka digunakan untuk sterilisasi usus
sebelum operasi.
3)
Kanamisin
Diperoleh dari streptomyces kanamyceticus. Persediaan dalam bentuk
larutan atau bubuk kering untuk injeksi. Pemakaian oral hanya kadang-kadang
diberikanuntuk infeksi usus, atau membersihkan usus untuk persiapan pembedahan.
Berkhasiat bakteriostatik pada basil TBC, bahkan yang resisten terhadap
streptomisin sehingga menjadi obat pilihan kedua bagi penderita TBC
4)
Gentamisin
Diperoleh dari mycromonospora purpurea. Berkhasiat terhadap infeksi
oleh kuman gram negatif seperti proteus, pseudomonas, klebsiella, enterobacter.
5)
Framisetin
Diperoleh dari streptomyces dicaris. Rumus kimia dan khasiatnya
mirip neomisin. Hanya digunakan secara lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar